20 Manfaat Makan Ati Ampela Ayam, Rahasia Sehat & Mendukung fungsi tiroid - E-jurnal
Selasa, 26 Mei 2026 oleh maharani
Mengonsumsi jeroan ayam merupakan bagian dari pola makan tradisional yang sering ditemui dalam berbagai hidangan kuliner nusantara.
Banyak orang memilih bagian organ dalam seperti hati dan ampela karena teksturnya yang unik serta kemampuannya menyerap bumbu masakan dengan sangat baik.
Dari sisi nutrisi, organ-organ ini sebenarnya menyimpan kepadatan zat gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan bagian daging otot biasa.
Memahami kandungan di dalamnya dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih bijak saat menyusun menu harian agar asupan tubuh tetap seimbang.
Manfaat makan ati ampela ayam
-
Meningkatkan pembentukan sel darah merah:
Hati ayam dikenal sebagai salah satu sumber zat besi heme terbaik yang mudah diserap oleh tubuh manusia.
Zat besi ini merupakan komponen vital dalam hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Dengan mengonsumsi makanan ini secara teratur, risiko anemia atau kekurangan darah dapat diminimalkan secara alami. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang sering merasa cepat lelah atau kurang berenergi sepanjang hari.
-
Mendukung kesehatan mata:
Kandungan vitamin A dalam hati ayam sangatlah tinggi, bahkan melampaui banyak jenis sayuran. Vitamin A berperan krusial dalam menjaga kesehatan kornea mata dan mendukung penglihatan dalam kondisi minim cahaya.
Asupan vitamin A yang tercukupi membantu mencegah berbagai masalah penglihatan degeneratif yang sering muncul seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, konsumsi dalam porsi wajar dapat menjadi pendukung kesehatan visual jangka panjang.
-
Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh:
Selain vitamin A, hati ayam juga kaya akan seng atau zinc yang merupakan mineral penting untuk sistem imun.
Zinc bekerja dengan cara mendukung aktivitas sel-sel pertahanan tubuh agar lebih efektif dalam melawan infeksi virus maupun bakteri.
Ketika sistem kekebalan tubuh terjaga dengan baik, tubuh akan lebih cepat pulih saat terserang penyakit ringan seperti flu atau batuk. Ini menjadikan menu jeroan sebagai pelengkap nutrisi yang mendukung ketahanan fisik.
-
Menjaga kesehatan sistem saraf:
Kandungan vitamin B12 yang melimpah dalam hati ayam sangat penting bagi fungsi sistem saraf pusat.
Vitamin B12 membantu dalam pembentukan selubung mielin, yaitu lapisan pelindung yang membungkus saraf agar transmisi sinyal di dalam tubuh berjalan lancar. Kekurangan vitamin ini sering dikaitkan dengan masalah konsentrasi dan gangguan suasana hati.
Dengan memenuhi kebutuhan vitamin B12, fungsi kognitif dan kesehatan mental dapat terjaga lebih optimal.
-
Mendukung metabolisme energi:
Vitamin B kompleks, terutama riboflavin atau vitamin B2, banyak ditemukan dalam ampela ayam. Vitamin ini berfungsi membantu tubuh mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang dapat digunakan untuk beraktivitas.
Tanpa metabolisme energi yang efisien, tubuh akan terasa lemas dan sulit untuk melakukan aktivitas fisik yang berat. Asupan nutrisi yang tepat dari organ ayam membantu proses pemecahan energi ini berjalan lebih efisien.
-
Memperbaiki kesehatan kulit dan jaringan:
Kandungan protein yang tinggi dalam ati ampela sangat diperlukan untuk proses perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Protein menyediakan asam amino esensial yang menjadi bahan baku utama dalam pembentukan kolagen, yaitu protein yang menjaga elastisitas kulit.
Kulit yang sehat dan jaringan tubuh yang kuat sangat bergantung pada asupan protein harian yang berkualitas. Mengonsumsi sumber protein hewani secara bervariasi membantu memenuhi kebutuhan asam amino tersebut.
-
Mendukung fungsi tiroid:
Selenium, sebuah mineral yang terkandung dalam jeroan ayam, memiliki peran vital dalam mengatur kerja kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertanggung jawab atas pengaturan metabolisme tubuh dan produksi hormon-hormon penting.
Jika fungsi tiroid terganggu, tubuh sering mengalami masalah berat badan atau kelelahan kronis. Asupan selenium yang cukup membantu memastikan hormon tiroid diproduksi dalam jumlah yang seimbang.
-
Membantu pembentukan DNA:
Folat atau vitamin B9 yang terdapat dalam hati ayam sangat penting untuk sintesis dan perbaikan DNA di dalam sel. Proses pembelahan sel yang sehat sangat bergantung pada ketersediaan folat yang cukup di dalam tubuh.
Bagi orang dewasa, hal ini memastikan proses regenerasi sel berjalan normal dan mencegah terjadinya kerusakan seluler. Nutrisi ini menjadi fondasi penting bagi kesehatan tingkat seluler setiap hari.
-
Mendukung kekuatan tulang:
Meskipun bukan sumber kalsium utama, hati ayam mengandung nutrisi pendukung seperti fosfor yang bekerja sama dengan kalsium untuk menjaga kepadatan tulang. Fosfor membantu mineralisasi tulang sehingga struktur kerangka tubuh tetap kokoh dan tidak mudah rapuh.
Menjaga keseimbangan mineral ini sangat penting bagi orang dewasa untuk mencegah risiko pengeroposan tulang di masa depan. Kombinasi nutrisi yang tepat akan memastikan kesehatan sistem rangka tetap terjaga.
-
Menjaga kesehatan jantung:
Kandungan nutrisi seperti B6 dan B12 dalam jeroan ayam membantu menjaga kadar homosistein dalam darah tetap normal. Homosistein adalah asam amino yang jika kadarnya terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.
Dengan menjaga kadar zat ini tetap rendah, kesehatan jantung dan pembuluh darah dapat terlindungi dari berbagai gangguan. Pola makan yang menyertakan sumber vitamin B alami membantu sirkulasi darah berjalan lebih lancar.
-
Meningkatkan nafsu makan:
Bagi sebagian orang yang sedang dalam masa pemulihan setelah sakit, mengonsumsi makanan yang padat nutrisi sangat dianjurkan. Tekstur dan rasa dari ati ampela yang diolah dengan bumbu rempah dapat membantu membangkitkan selera makan.
Nutrisi yang terkandung di dalamnya juga membantu memulihkan tenaga yang hilang selama masa penyembuhan. Ini menjadikannya pilihan makanan pendukung yang baik saat tubuh membutuhkan asupan energi ekstra.
-
Mendukung kesehatan otot:
Protein berkualitas tinggi yang ditemukan dalam ampela sangat efektif untuk menjaga massa otot tetap terjaga. Aktivitas fisik harian menyebabkan robekan mikro pada serat otot yang perlu segera diperbaiki melalui asupan asam amino.
Protein dari jeroan menyediakan blok pembangun yang cepat diserap tubuh untuk proses pemulihan tersebut. Dengan otot yang sehat, mobilitas dan kekuatan fisik seseorang akan tetap terjaga hingga usia lanjut.
-
Membantu detoksifikasi alami:
Hati ayam mengandung berbagai enzim yang mendukung fungsi hati dalam menetralkan racun di dalam tubuh. Meskipun hati hewan berfungsi menyaring zat sisa, konsumsi dalam jumlah wajar justru memberikan dukungan nutrisi bagi fungsi metabolisme tubuh.
Nutrisi yang ada membantu proses pembersihan sisa-sisa metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan oleh sistem tubuh. Ini merupakan bagian dari siklus alami tubuh dalam menjaga kebersihan lingkungan internal.
-
Sumber kolin yang baik:
Kolin adalah nutrisi penting yang sering terlupakan, namun sangat krusial untuk fungsi otak dan memori. Hati ayam adalah salah satu sumber alami terbaik untuk mendapatkan kolin yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
Kolin membantu pembentukan neurotransmitter, yaitu zat kimia otak yang mengatur suasana hati dan fungsi kognitif. Memenuhi kebutuhan kolin dapat membantu menjaga ketajaman ingatan dan fungsi otak yang lebih baik.
-
Mendukung proses penyembuhan luka:
Kandungan zat besi dan seng yang tinggi dalam hati ayam mempercepat proses penyembuhan luka pada jaringan kulit. Zat-zat ini berperan dalam pembentukan jaringan parut baru dan mengurangi peradangan di sekitar area yang terluka.
Bagi individu yang sedang mengalami cedera ringan, asupan nutrisi dari jeroan dapat membantu mempercepat pemulihan. Tubuh memerlukan bahan baku yang cukup untuk menutup luka dengan lebih cepat dan efisien.
-
Menjaga keseimbangan hormon:
Berbagai mineral seperti seng dan selenium yang terdapat dalam jeroan ayam berperan penting dalam produksi hormon-hormon tubuh. Keseimbangan hormon sangat menentukan suasana hati, kualitas tidur, dan tingkat energi seseorang sepanjang hari.
Tanpa dukungan mineral yang cukup, sistem endokrin dapat mengalami kesulitan dalam menjaga stabilitas hormon. Konsumsi yang terukur membantu tubuh mempertahankan ritme hormon yang lebih harmonis.
-
Meningkatkan konsentrasi:
Kombinasi vitamin B12 dan zat besi yang ditemukan dalam ati ayam membantu kelancaran aliran oksigen ke otak. Otak yang mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup akan bekerja lebih fokus dan tajam.
Masalah seperti sulit berkonsentrasi seringkali disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi yang memadai dalam diet harian. Dengan nutrisi yang tepat, produktivitas mental dapat meningkat secara signifikan.
-
Menjaga kesehatan rambut:
Protein dan zat besi adalah komponen utama dalam pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat. Kekurangan zat-zat ini sering menyebabkan rambut menjadi rapuh, mudah rontok, dan kusam.
Nutrisi dari hati ayam membantu memberikan asupan langsung ke folikel rambut agar pertumbuhannya lebih optimal. Rambut yang sehat mencerminkan kecukupan nutrisi dari dalam tubuh yang terjaga dengan baik.
-
Ekonomis dan bergizi:
Selain manfaat kesehatan, ati ampela ayam termasuk bahan pangan yang sangat terjangkau bagi semua kalangan. Mendapatkan kepadatan nutrisi yang tinggi dengan harga yang murah merupakan keuntungan tersendiri bagi pengelolaan anggaran belanja rumah tangga.
Ini membuktikan bahwa pola makan sehat tidak selalu harus bergantung pada bahan makanan yang mahal. Dengan pengolahan yang tepat, menu ini menjadi pilihan cerdas untuk keluarga.
-
Variasi menu diet sehat:
Memasukkan ati ampela ke dalam menu mingguan dapat mencegah kebosanan dalam pola makan sehat. Variasi sumber protein hewani memastikan tubuh mendapatkan spektrum nutrisi yang lebih luas daripada hanya mengonsumsi satu jenis daging saja.
Dengan mengolahnya menggunakan teknik yang sehat seperti ditumis dengan sayuran atau dikukus, nilai gizi dapat dipertahankan maksimal. Variasi makanan adalah kunci untuk mempertahankan diet sehat dalam jangka panjang.