18 Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil 7 Bulan, Tumbuh Kembang Optimal! - E-Journal
Senin, 29 Desember 2025 oleh maharani
Susu kedelai adalah minuman nabati yang diproduksi dari kacang kedelai, yang merupakan salah satu sumber protein nabati paling lengkap di dunia.
Minuman ini diperoleh melalui proses perendaman, penggilingan, dan penyaringan kacang kedelai, menghasilkan cairan berwarna krem yang menyerupai susu sapi.
Secara nutrisi, susu kedelai kaya akan protein, serat, vitamin B kompleks, serta mineral penting seperti zat besi, magnesium, dan kalium.
Banyak varian susu kedelai juga difortifikasi dengan kalsium dan vitamin D, menjadikannya pilihan nutrisi yang komprehensif, terutama bagi individu yang mencari alternatif bebas laktosa atau mengikuti pola makan nabati.
manfaat susu kedelai untuk ibu hamil 7 bulan
-
Sumber Protein Nabati Berkualitas Tinggi
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati yang sangat baik, menyediakan semua asam amino esensial yang diperlukan tubuh, menjadikannya protein lengkap.
Asupan protein yang adekuat sangat krusial selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga ketika pertumbuhan janin mencapai puncaknya.
Protein ini berperan vital dalam pembentukan jaringan baru, produksi enzim, hormon, dan antibodi, yang semuanya esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan optimal janin.
Oleh karena itu, konsumsi susu kedelai dapat secara signifikan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan protein harian ibu hamil.
Penelitian telah menunjukkan bahwa protein kedelai memiliki kualitas setara dengan protein hewani dalam mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
Komposisi asam amino yang seimbang dalam susu kedelai mendukung sintesis protein yang efisien, yang penting untuk perkembangan organ janin, massa otot ibu, dan volume darah.
Beberapa studi, seperti yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition, menyoroti pentingnya asupan protein berkualitas tinggi selama gestasi untuk mencegah komplikasi kehamilan dan memastikan berat lahir yang sehat.
Dengan demikian, susu kedelai menawarkan alternatif protein yang bergizi dan mudah dicerna.
-
Kandungan Asam Amino Esensial Lengkap
Berbeda dengan banyak sumber protein nabati lainnya, susu kedelai mengandung spektrum lengkap sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia.
Asam amino ini merupakan blok bangunan dasar protein yang vital untuk berbagai fungsi biologis, termasuk perbaikan sel, pertumbuhan jaringan, dan produksi neurotransmiter.
Selama trimester ketiga kehamilan, kebutuhan akan asam amino ini meningkat drastis untuk mendukung lonjakan pertumbuhan janin dan persiapan tubuh ibu untuk persalinan dan menyusui.
Ketersediaan asam amino esensial yang memadai dari susu kedelai mendukung proses ini secara efisien.
Penelitian yang membahas nutrisi kehamilan secara konsisten menekankan pentingnya profil asam amino yang seimbang untuk perkembangan janin yang optimal, terutama pada bulan ketujuh ketika terjadi pertumbuhan pesat pada otak dan organ vital lainnya.
Misalnya, leusin, isoleusin, dan valin (asam amino rantai cabang) penting untuk sintesis protein otot, sementara lisin dan metionin krusial untuk pertumbuhan tulang dan jaringan ikat.
Oleh karena itu, susu kedelai dapat menjadi komponen penting dalam diet ibu hamil untuk memastikan pasokan asam amino yang cukup, seperti yang diuraikan dalam pedoman gizi oleh American Academy of Nutrition and Dietetics.
-
Sumber Folat (Asam Folat) yang Baik
Folat, atau bentuk sintetisnya asam folat, adalah vitamin B penting yang dikenal karena perannya krusial dalam pembentukan sel darah merah dan sintesis DNA.
Konsumsi folat yang cukup sangat penting pada awal kehamilan untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin, namun kebutuhannya tetap tinggi sepanjang kehamilan.
Pada bulan ketujuh, folat masih mendukung pertumbuhan sel janin yang cepat dan membantu mencegah anemia megaloblastik pada ibu. Susu kedelai, terutama yang difortifikasi, dapat menjadi sumber folat yang signifikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai badan kesehatan merekomendasikan asupan folat yang memadai untuk semua wanita usia subur dan ibu hamil.
Folat juga berperan dalam pembelahan sel dan pengembangan plasenta yang sehat, yang krusial untuk transfer nutrisi ke janin.
Meskipun suplementasi sering direkomendasikan, asupan folat dari sumber makanan seperti susu kedelai memberikan manfaat tambahan dari nutrisi lain yang terkandung di dalamnya.
Studi yang diterbitkan dalam British Medical Journal secara konsisten menggarisbawahi pentingnya folat untuk hasil kehamilan yang sehat.
-
Kaya Akan Zat Besi
Zat besi adalah mineral esensial yang vital untuk produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Selama kehamilan, volume darah ibu meningkat secara signifikan, dan kebutuhan akan zat besi berlipat ganda untuk mendukung peningkatan volume darah ibu serta pasokan oksigen ke janin dan plasenta.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, yang berisiko menyebabkan kelelahan ekstrem pada ibu, persalinan prematur, dan berat lahir rendah pada bayi. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang baik.
Meskipun zat besi non-heme dari sumber nabati kurang mudah diserap dibandingkan zat besi heme dari sumber hewani, konsumsinya bersamaan dengan vitamin C dapat meningkatkan bioavailabilitasnya.
Oleh karena itu, mengonsumsi susu kedelai bersama buah-buahan kaya vitamin C dapat mengoptimalkan penyerapan zat besi.
Pedoman gizi untuk ibu hamil dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menekankan pentingnya pemantauan kadar zat besi dan asupan yang memadai melalui diet dan/atau suplementasi.
Dengan demikian, susu kedelai dapat berkontribusi pada pencegahan anemia pada ibu hamil.
-
Mendukung Kesehatan Tulang Ibu dan Janin
Kesehatan tulang merupakan aspek penting selama kehamilan, karena janin membutuhkan kalsium dalam jumlah besar untuk pembentukan tulang dan giginya yang berkembang pesat.
Jika asupan kalsium ibu tidak mencukupi, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang ibu untuk memenuhi kebutuhan janin, yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.
Susu kedelai, terutama varian yang difortifikasi, merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang sangat baik, dua nutrisi kunci untuk kepadatan mineral tulang.
Oleh karena itu, konsumsi susu kedelai dapat membantu menjaga kesehatan tulang ibu sekaligus mendukung pembentukan tulang janin.
Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium di usus dan regulasi kadar kalsium dalam darah, menjadikannya pasangan yang tak terpisahkan dengan kalsium untuk kesehatan tulang.
Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam Bone Research, menunjukkan bahwa asupan kalsium dan vitamin D yang adekuat selama kehamilan berhubungan dengan peningkatan kepadatan mineral tulang pada bayi dan pengurangan risiko komplikasi kehamilan.
Dengan mengonsumsi susu kedelai yang difortifikasi, ibu hamil dapat secara efektif memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D mereka, yang krusial pada bulan ketujuh kehamilan ketika tulang janin mengeras.
-
Sumber Serat Pangan
Susu kedelai mengandung serat pangan, komponen penting yang seringkali kurang dalam diet modern. Serat berperan krusial dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, yang seringkali menjadi perhatian bagi ibu hamil.
Sembelit adalah keluhan umum selama kehamilan, disebabkan oleh perubahan hormonal yang memperlambat motilitas usus dan tekanan rahim yang membesar pada usus.
Asupan serat yang cukup dari susu kedelai dapat membantu melancarkan buang air besar, mencegah konstipasi, dan menjaga kesehatan usus secara keseluruhan.
Selain mencegah sembelit, serat juga berkontribusi pada perasaan kenyang yang lebih lama, yang dapat membantu dalam manajemen berat badan sehat selama kehamilan.
Serat pangan juga telah dikaitkan dengan potensi regulasi kadar gula darah, yang bermanfaat bagi ibu hamil untuk mengurangi risiko diabetes gestasional.
Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition seringkali menyoroti manfaat serat dalam diet, termasuk selama kehamilan, untuk mendukung kesehatan pencernaan dan metabolisme. Dengan demikian, susu kedelai menawarkan manfaat ganda untuk kenyamanan pencernaan dan kesehatan metabolik.
-
Mengandung Isoflavon (Fitoestrogen)
Susu kedelai kaya akan isoflavon, senyawa nabati yang memiliki struktur mirip dengan estrogen manusia dan dikenal sebagai fitoestrogen. Isoflavon utama dalam kedelai adalah genistein dan daidzein, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Meskipun peran isoflavon selama kehamilan masih menjadi subjek penelitian yang berkelanjutan, potensi efek antioksidannya dapat membantu melindungi sel-sel ibu dan janin dari kerusakan akibat radikal bebas.
Peradangan kronis selama kehamilan dapat berkontribusi pada komplikasi, sehingga sifat anti-inflamasi isoflavon dapat memberikan manfaat.
Beberapa studi observasional telah mengeksplorasi hubungan antara asupan isoflavon kedelai dan berbagai hasil kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan kehamilan.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya implikasi isoflavon kedelai pada perkembangan janin dan kesehatan ibu, konsumsi dalam jumlah moderat sebagai bagian dari diet seimbang umumnya dianggap aman.
Artikel ulasan dalam Journal of Nutritional Biochemistry membahas secara mendalam sifat bioaktif isoflavon kedelai, termasuk potensi efek perlindungannya terhadap sel. Dengan demikian, isoflavon dalam susu kedelai menambah lapisan manfaat nutrisi yang unik.
-
Alternatif Bebas Laktosa
Bagi ibu hamil yang mengalami intoleransi laktosa, susu kedelai menawarkan alternatif yang sangat baik untuk mendapatkan nutrisi penting tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase untuk mencerna laktosa, gula alami yang ditemukan dalam susu sapi, yang dapat menyebabkan kembung, gas, dan diare. Selama kehamilan, gejala ini dapat memperburuk ketidaknyamanan yang sudah ada.
Susu kedelai secara alami bebas laktosa, sehingga memungkinkan ibu hamil untuk tetap mengonsumsi minuman bergizi tanpa efek samping yang tidak diinginkan.
Pentingnya asupan kalsium dan vitamin D yang adekuat selama kehamilan tidak dapat diremehkan, dan susu kedelai yang difortifikasi dapat memastikan ibu hamil dengan intoleransi laktosa tidak kehilangan nutrisi vital ini.
Dengan memilih susu kedelai, mereka dapat menghindari masalah pencernaan yang terkait dengan laktosa sambil tetap memenuhi kebutuhan nutrisi mereka untuk mendukung pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
National Institutes of Health (NIH) sering merekomendasikan alternatif susu nabati yang difortifikasi untuk individu dengan intoleransi laktosa, dan susu kedelai adalah salah satu pilihan utama.
-
Potensi Pengelolaan Gula Darah
Susu kedelai memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, yang berarti ia tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat setelah dikonsumsi, dibandingkan dengan minuman manis lainnya.
Fitur ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil, terutama bagi mereka yang berisiko atau didiagnosis dengan diabetes gestasional.
Pengelolaan kadar gula darah yang stabil sangat penting untuk mencegah komplikasi bagi ibu dan janin, seperti bayi dengan berat badan lahir besar (makrosomia) dan peningkatan risiko preeklampsia.
Protein dan serat dalam susu kedelai juga berkontribusi pada efek ini.
Protein dan serat yang terkandung dalam susu kedelai membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Studi yang dipublikasikan dalam Diabetes Care sering menyoroti manfaat diet rendah glikemik dalam pengelolaan diabetes, termasuk selama kehamilan.
Dengan memasukkan susu kedelai ke dalam diet seimbang, ibu hamil dapat mendukung upaya menjaga kadar gula darah dalam rentang yang sehat, yang merupakan aspek penting dari perawatan prenatal di bulan ketujuh kehamilan.
-
Menyediakan Energi Berkelanjutan
Pada bulan ketujuh kehamilan, banyak ibu hamil mulai merasakan peningkatan kelelahan karena beban fisik yang terus bertambah dan kebutuhan energi janin yang melonjak.
Susu kedelai dapat menjadi sumber energi yang baik dan berkelanjutan karena kombinasi makronutriennya, yaitu protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Protein dan lemak membantu memperlambat pencernaan karbohidrat, sehingga mencegah lonjakan dan penurunan energi yang drastis.
Ini memastikan pasokan energi yang stabil sepanjang hari, membantu ibu hamil merasa lebih bertenaga dan mengurangi kelelahan.
Karbohidrat dalam susu kedelai, meskipun tidak selalu dalam jumlah besar, menyediakan glukosa yang merupakan bahan bakar utama bagi tubuh dan otak.
Lemak sehat, seperti asam lemak tak jenuh ganda dan tunggal, juga berperan dalam menyimpan energi. Ketersediaan energi yang konstan ini sangat penting untuk mendukung metabolisme ibu dan pertumbuhan janin yang aktif.
Rekomendasi diet dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menekankan pentingnya diet seimbang yang menyediakan energi yang cukup untuk mendukung kebutuhan ibu dan janin yang terus meningkat.
Oleh karena itu, susu kedelai dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk diet energik.
-
Kandungan Magnesium
Magnesium adalah mineral esensial yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzimatik dalam tubuh, termasuk fungsi otot dan saraf, kontrol gula darah, dan regulasi tekanan darah.
Selama kehamilan, magnesium menjadi sangat penting karena perannya dalam mencegah kram kaki, yang merupakan keluhan umum pada trimester ketiga, dan juga mendukung perkembangan tulang janin.
Asupan magnesium yang adekuat dari sumber seperti susu kedelai dapat membantu meredakan ketidaknyamanan ini dan mendukung kesehatan ibu secara keseluruhan.
Selain meredakan kram, magnesium juga berperan dalam menjaga fungsi saraf yang sehat dan membantu relaksasi otot, yang penting untuk persiapan persalinan.
Beberapa penelitian, seperti yang dipublikasikan dalam Journal of Pregnancy, telah menyoroti pentingnya magnesium dalam mengurangi risiko komplikasi kehamilan tertentu, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Dengan demikian, susu kedelai dapat menjadi sumber magnesium yang bermanfaat untuk ibu hamil, membantu memenuhi kebutuhan mineral yang meningkat di bulan ketujuh kehamilan.
-
Sumber Kalium
Kalium adalah elektrolit penting yang berperan krusial dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, serta fungsi normal sel, otot, dan saraf.
Selama kehamilan, volume darah dan cairan tubuh ibu meningkat, sehingga kebutuhan akan kalium juga bertambah untuk mencegah retensi cairan yang berlebihan (edema) dan membantu menjaga tekanan darah yang sehat.
Susu kedelai menyediakan kalium dalam jumlah yang signifikan, yang dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan mineral ini.
Keseimbangan kalium yang tepat juga penting untuk fungsi jantung dan sirkulasi darah yang optimal, yang sangat vital bagi ibu hamil dan janin.
Asupan kalium yang memadai dapat membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, sehingga berkontribusi pada pemeliharaan tekanan darah yang sehat.
Organisasi kesehatan seperti World Health Organization (WHO) merekomendasikan asupan kalium yang cukup untuk kesehatan kardiovaskular secara umum.
Oleh karena itu, susu kedelai dapat menjadi bagian dari diet yang mendukung keseimbangan cairan dan tekanan darah yang sehat selama kehamilan.
-
Kaya Antioksidan
Susu kedelai mengandung berbagai senyawa dengan sifat antioksidan, termasuk isoflavon, asam fenolat, dan tokoferol (bentuk vitamin E).
Antioksidan ini berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif.
Stres oksidatif telah dikaitkan dengan berbagai komplikasi kehamilan, termasuk preeklampsia dan pertumbuhan janin terhambat. Dengan demikian, konsumsi antioksidan dari susu kedelai dapat membantu menjaga kesehatan sel ibu dan janin.
Perlindungan terhadap stres oksidatif sangat relevan pada trimester ketiga, ketika tuntutan metabolik pada tubuh ibu dan janin sangat tinggi. Isoflavon kedelai, seperti genistein dan daidzein, telah dipelajari secara ekstensif karena aktivitas antioksidannya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Antioxidants seringkali membahas peran antioksidan diet dalam mitigasi stres oksidatif dan pencegahan penyakit. Oleh karena itu, susu kedelai menawarkan manfaat perlindungan seluler yang dapat mendukung kehamilan yang sehat.
-
Mendukung Perkembangan Otak Janin (jika difortifikasi dengan Omega-3)
Beberapa varian susu kedelai difortifikasi dengan asam lemak omega-3, khususnya DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid).
DHA sangat krusial untuk perkembangan otak dan mata janin, terutama pada trimester ketiga ketika terjadi pertumbuhan dan perkembangan neurologis yang pesat.
Asupan DHA yang cukup dari ibu hamil telah dikaitkan dengan hasil kognitif dan visual yang lebih baik pada bayi.
Oleh karena itu, memilih susu kedelai yang diperkaya omega-3 dapat menjadi cara efektif untuk mendukung perkembangan otak optimal janin.
Asam lemak omega-3 juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan ibu.
Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) seringkali menyarankan asupan DHA yang memadai selama kehamilan.
Meskipun ikan berlemak adalah sumber utama DHA, susu kedelai yang difortifikasi menawarkan alternatif nabati yang aman dan nyaman, terutama bagi ibu hamil yang memiliki preferensi diet tertentu atau kekhawatiran tentang kadar merkuri dalam ikan.
Penelitian dalam Prostaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids secara konsisten menunjukkan pentingnya omega-3 untuk neurodevelopmental janin.
-
Mengandung Vitamin B Kompleks
Susu kedelai secara alami mengandung berbagai vitamin B kompleks, termasuk riboflavin (B2), niasin (B3), piridoksin (B6), dan kadang-kadang kobalamin (B12) jika difortifikasi.
Vitamin B ini esensial untuk berbagai proses metabolik dalam tubuh, termasuk produksi energi, fungsi sistem saraf, dan pembentukan sel darah merah.
Selama kehamilan, kebutuhan akan vitamin B meningkat karena metabolisme ibu yang lebih tinggi dan pertumbuhan janin yang pesat. Asupan yang cukup dari vitamin B kompleks ini mendukung vitalitas ibu dan perkembangan janin yang sehat.
Misalnya, vitamin B6 berperan dalam mengurangi mual dan muntah di awal kehamilan, meskipun manfaatnya tetap relevan untuk metabolisme energi di trimester ketiga.
Vitamin B2 dan B3 penting untuk konversi makanan menjadi energi, yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Jika difortifikasi, vitamin B12 juga krusial untuk pembentukan DNA dan sel darah merah, serta fungsi neurologis.
Artikel ulasan dalam Nutrients seringkali menggarisbawahi peran penting vitamin B kompleks dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Dengan demikian, susu kedelai memberikan kontribusi penting terhadap asupan vitamin B kompleks.
-
Potensi Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Susu kedelai secara alami rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol, menjadikannya pilihan minuman yang menyehatkan jantung.
Meskipun fokus utama selama kehamilan adalah pada kesehatan ibu dan janin, menjaga kesehatan kardiovaskular ibu juga penting untuk kehamilan yang lancar dan kesehatan jangka panjang.
Diet rendah lemak jenuh dan kolesterol dapat membantu menjaga kadar kolesterol darah yang sehat dan mendukung fungsi pembuluh darah. Manfaat ini juga dapat berdampak positif pada sirkulasi darah ke plasenta.
Protein kedelai juga telah dikaitkan dengan potensi penurunan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, seperti yang diakui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS terkait klaim kesehatan untuk protein kedelai.
Meskipun ibu hamil tidak secara langsung dianjurkan untuk diet ketat penurunan kolesterol, memilih makanan yang secara inheren mendukung kesehatan kardiovaskular adalah strategi diet yang bijaksana.
Dengan demikian, konsumsi susu kedelai dapat berkontribusi pada kesehatan jantung ibu, yang secara tidak langsung mendukung lingkungan yang lebih sehat untuk janin.
-
Membantu Kontrol Berat Badan
Dengan kandungan protein dan seratnya, susu kedelai dapat membantu ibu hamil merasa kenyang lebih lama, yang dapat berkontribusi pada kontrol berat badan yang sehat.
Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan kesulitan saat melahirkan.
Protein diketahui meningkatkan rasa kenyang lebih efektif dibandingkan karbohidrat atau lemak, membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Serat juga menambah volume pada makanan tanpa kalori berlebih.
Memilih minuman yang bergizi dan mengenyangkan seperti susu kedelai dapat membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan nutrisi mereka tanpa mengonsumsi kalori berlebih yang tidak perlu.
Ini mendukung pola makan yang seimbang dan kenaikan berat badan yang direkomendasikan selama kehamilan.
Pedoman dari Institute of Medicine (IOM) memberikan rekomendasi spesifik untuk kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh pra-kehamilan.
Oleh karena itu, susu kedelai dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam strategi manajemen berat badan sehat untuk ibu hamil.
-
Sumber Seng (Zinc)
Seng adalah mineral esensial yang memiliki peran vital dalam sistem kekebalan tubuh, penyembuhan luka, dan pembelahan serta pertumbuhan sel.
Selama kehamilan, kebutuhan seng meningkat secara signifikan karena mineral ini krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan sel janin yang pesat, serta untuk menjaga kekebalan tubuh ibu yang seringkali sedikit tertekan.
Kekurangan seng pada ibu hamil telah dikaitkan dengan peningkatan risiko persalinan prematur dan berat lahir rendah. Susu kedelai merupakan sumber seng nabati yang baik.
Seng juga berperan penting dalam sintesis protein dan DNA, yang sangat fundamental untuk pembentukan jaringan dan organ janin.
Asupan seng yang adekuat dari diet dapat membantu memastikan perkembangan janin yang optimal dan menjaga ibu tetap sehat dan tahan terhadap infeksi.
Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition secara konsisten menekankan pentingnya seng selama kehamilan untuk hasil kehamilan yang positif.
Dengan demikian, susu kedelai dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk memastikan asupan seng yang cukup bagi ibu hamil di bulan ketujuh.